Puan juga meminta pemerintah Malaysia segera memberikan surat permintaan maaf terbuka dan resmi yang ditandatangani pihak bertanggung jawab.
Permintaan tersebut telah disampaikan melalui surat resmi yang dilayangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Luar Negeri, Minggu (20/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Puan mengaku bahwa pihaknya dan pemerintah Malaysia telah berkomunikasi, sebagaimana disampaikan dalam surat yang dirilis Pemerintah Malaysia. Namun pertemuan itu masih bersifat informal.
"Komunikasi sudah dilakukan melalui jalur-jalur yang memang harus melakukan komunikasi tersebut. Tapi memang karena ini berkaitan dengan nama Indonesia, yang merupakan simbol Indonesia melalui bendera, ya komunikasi yang kami lakukan adalah kami berharap bahwa komunikasi formal," ujarnya menegaskan.
Puan juga menyebut surat permintaan maaf dari pihak penyelenggara yang sebelumnya dirilis tidak bisa dikatakan sebagai surat resmi karena tidak menyertakan tanda tangan orang yang bertanggung jawab atas insiden ini.
Kesalahan Indonesia
Kendati demikian, dia melihat adanya niat bagi dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Dia juga tidak ingin kejadian ini mengganggu hubungan kedua negara dan SEA Games yang tengah berlangsung.
Lebih lanjut, Puan meminta masyarakat tidak menghubungkan kejadian ini dengan kesalahan sama yang dibuat Indonesia pada SEA Games 2011. Kala itu, Indonesia mencantumkan bendera Malaysia secara terbalik.
"Ya kita kan tidak mengungkit masa lalu, apakah kemudian ini balas-membalas. Ini kita niatnya diniati dengan niat baik dulu lah, jangan beprikir yang macam-macamlah. Kami harap kecerobohan ini nggak dianggap sepele ... saya tidak mau menanggapi hal tersebut dengan emosi," ujarnya.