"[Latihan itu] adalah sikap sembrono yang membawa situasi ke arah fase tak terkendali dari perang nuklir," bunyi pesan pada surat kabar resmi pemerintah Korut, Minggu (20/8).
Pyongyang juga menyatakan pasukan bersenjatanya bisa mengincar Amerika Serikat kapan saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pesan yang dimuat di surat kabar Rodong Sinmun, sebagaimana dikutip CNN, terbit sehari sebelum Amerika menggelar latihan bersama Garda Kebebasan Ulchi dengan Korea Selatan.
Ketegangan AS-Korut meningkat belakangan ini sehingga China mesti turun tangan dan membujuk kedua pihak agar tetap tenang.
Baru pekan lalu, Pyongyang menyatakan telah menyelesaikan rencana meluncurkan empat peluru kendali ke arah Guam, wilayah AS di Pasifik.
"Angkatan Bersenjata Rakyat Korea terus waspada tingkat tinggi, sepenuhnya siap untuk mengatasi musuh-musuh. Mereka akan mengambil langkah tegas begitu ada sekecil apapun tanda-tanda dimulainya perang preventif."
Di sisi lain, seorang perwira tinggi Amerika menyatakan latihan bersama Korsel itu tidak bisa dinegosiasikan.
Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford, dalam kunjungannya ke Beijing, mengatakan kepada wartawan bahwa rencana latihan itu tidak mungkin dibatalkan meski hubungan dengan Korut semakin tegang.
Seiring dengan peningkatan ketegangan itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjanji "tidak akan ada lagi perang di Semenanjung Korea."
(aal)