Sehari sebelumnya, Korut mengancam akan menyerang AS tanpa ampun karena menggelar latihan tersebut. Ancaman itu ditujukan kepada wilayah Amerika di Pasifik hingga daratan utama di seberang samudera.
Di sisi lain, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in menyatakan latihan tersebut murni bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan tidak bermaksud meningkatkan ketegangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korea Utara tidak boleh melebih-lebihkan upaya kita untuk mempertahankan kedamaian atau terlibat dalam provokasi yang bakal memperkeruh suasana, menggunakan latihan ini sebagai alasan."
Latihan itu akan digelar hingga 31 Agustus nanti dan melibatkan simulasi komputer yang didesain untuk mempersiapkan perang dengan tetangga bersenjata nuklirnya, Korea Utara.
Amerika Serikat juga sama-sama menyebut latihan itu hanya untuk tujuan bertahan. Namun media pemerintah Korut menganggap istilah itu hanya "kedok tipuan."
Korea Utara memandang latihan tersebut sebagai persiapan invasi. Selama ini, negara tersebut berulang kali menembakkan rudal dan melakukan aksi-aksi lain bertepatan dengan kegiatan tersebut.
Korea Selatan dan Utara secara teknis masih dalam status berperang karena pertempuran antara kedua negara berakhir dengan gencatan senjata dan bukan perdamaian, 1953 silam.