Sejumlah kantor berita Rusia yang dikutip Reuters, Senin (21/8), melaporkan ada 200 militan yang tewas dalam serangan udara tersebut.
Kementerian juga menyatakan kelompok teror ISIS memusatkan pasukannya di sekitar Deir al-Zor setelah didesak ke utara Raqqa dan barat Homs oleh Angkatan Darat Suriah dan Angkatan Udara Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Kemhan tidak menjelaskan kapan tepatnya serangan itu terjadi.
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan dukungan Rusia, Iran dan Hizbullah Libanon, memungkinkan pasukan pemerintahannya untuk memperoleh kemenangan di medan perang.
"Dukungan langsung mereka--secara politik, ekonomi dan militer--telah memungkinkan kemajuan lebih besar di medan perang dan mengurangi kerugian dana beban peperangan," kata Assad.
Pemerintah berharap bisa memanfaatkan upaya milisi yang didukung Amerika Serikat untuk menyerang ISIS di Deir al-Zor, pertahanan terbesar terakhirnya yang membentang luas hingga ke perbatasan dengan Irak.