Dalam video propaganda yang dirilis Kelompok Intelijen SITE seorang anggota ISIS menyebut pelaku teror Barcelona sebagai "saudara kita," sementara seorang lainnya mengancam "Kristen Spanyol" dan berjanji akan mengembalikan negara tersebut menjadi "tanah kalifah." Demikian dilaporkan, Kamis (24/8).
Tak lama setelah serangan Barcelona, media propaganda ISIS, Amaq, mempublikasi pernyataan yang menyebut para pelaku serangan sebagai "tentara ISIS," meski ISIS tidak secara eksplisit mengklaim bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak satupun di antara mereka masuk dalam radar otoritas terkait potensi terkait terorisme.
Di persidangan, salah satu tersangka mengatakan sel terornya merencanakan serangan lebih besar yang melibatkan bahan peledak dan mengincar monumen-monumen.
Selain empat orang tersebut, seluruh sel teror yang beranggota 12 orang itu diyakini sudah tewas, termasuk terduga pengemudi van dalam serangan Barcelona yang ditembak mati polisi pada awal pekan ini.
Rumah yang berada di Alcanar itu meledak pada pekan lalu sebelum serangan di Barcelona. Bangunan itu diduga digunakan sebagai markas untuk membuat bom yang bisa saja membuat aksi teror kemarin menjadi lebih mematikan.
Seorang sumber mengatakan kepada CNN bahwa pemeriksaan awal mengindikasikan jejak bahan peledak berkekuatan tinggi, TATP, di reruntuhan bangunan. TATP digunakan dalam serangkaian serangan bom di Eropa beberapa tahun belakangan.
Kehilangan bahan peledak itu membuat serangan di Barcelona menjadi "lebih sederhana dari yang semula direncanakan," kata Kepala Kepolisian Catalan Josep Lluis Trapero.
Merespons laporan tersebut, Menteri Kehakiman Catalan Carles Mundo i Blanch mengatakan "kami tidak tahu orang ini pernah berkomunikasi dengan narapidana di penjara Catalonia. Dia menjalani hukuman sampai akhir dan telah dibebaskan." (aal)