Dubes Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kolam Renang

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Kamis, 24/08/2017 21:35 WIB
Dubes Rusia untuk Sudan Ditemukan Tewas di Kolam Renang Ilustrasi. (Thinkstock/Katarzyna Bialasiewicz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Duta Besar Rusia untuk Sudan, Mirgayas Shirinsky, ditemukan tewas di kolam renang rumah dinasnya di Kharthoum, Rabu (23/8). 

Saat menemukan Shirinsky di kolam renang pada Rabu petang, stafnya sebenarnya sempat memangil ambulans, tapi nyawa Shirinsky tak dapat tertolong.

Diberitakan AFP, otoritas Sudan pun telah mengumumkan kematian Shirinsky sekitar Kamis malam ini. Berdasarkan penyelidikan awal, kematian Shirinsky diduga murni karena penyakit.

Walaupun sebab kematian Shirinsky belum terkonfirmasi, Moskow mengatakan pria berusia 63 tahun itu tewas karena serangan jantung.

“Kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 waktu setempat. Dubes Shirinsky ditemukan di kediamannya dengan bukti gejala serangan jantung akut,” papar juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova, sebagaimana dilansir The Independent, Kamis (24/8).

Lahir pada 1954, Shirinsky tumbuh dan berkembang hingga fasih berbahasa Arab dan Inggris. Dia mengawali kariernya sebagai duta besar di Mesir tahun 1977.

Shirinsky juga pernah ditugaskan menjadi kepala perwakilan Rusia di Yaman, Arab Saudi, dan Rwanda. Dia bertugas di Sudan sejak 2013 lalu.

"Dubes Shirinsky adalah seorang yang profesional di bidangnya. Dia telah mendedikasikan dirinya terhadap diplomasi. Kami mengungkapkan duka mendalam kepada keluarga dan rekan-rekannya,” kata Zakharova.

Shirinsky menjadi dubes Rusia keempat yang tewas selama bertugas di negara asing dalam setahun terakhir.

Sebelum Shirinsky, utusan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vitaly Churkin dan Dubes Rusia untuk India Alexander Kadakin juga meninggal saat dalam penugasan.

Sementara itu, tewasnya Dubes Rusia untuk Turki Andrei Karlov sekitar Desember 2016 lalu menjadi insiden kematian diplomat tinggi Rusia yang paling menggemparkan sejauh ini.

Karlov tewas ditembak oleh seorang teroris yang menentang operasi militer Rusia di Suriah. Ia ditembak seorang eks polisi Turki saat menghadiri suatu pameran seni di dekat kedutaannya di Ankara.