Komando militer Amerika mengatakan bahwa mereka sudah mendeteksi tiga rudal balistik jarak pendek ditembakkan selama 20 menit. Hanya saja semua rudal tersebut gagal dalam penerbangan.
Satu buah rudal meledak sesaat setelah diluncurkan, sedangkan dua lainnya gagal dalam penerbangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Korut Diduga Kembangkan Rudal Lebih Kuat |
Kim Dong-yub, ahli militer di Institute for Far Eastern Studies di Seoul mengungkapkan, wilayah ini merupakan lokasi situs uji coba militer yang sering digunakan oleh Korea Utara untuk latihan rudal jangka pendek.
"Jadi, bukan rudal baru yang dikembangkan, ini rudal jarak pendek yang mereka tembakkan sebagai bagian dari latihan musim panas, dan sebagai respons terhadap latihan Ulchi Freedom Guardian."
Komando Pasifik mengatakan bahwa rudal tersebut tidak menimbulkan ancaman ke daratan utama Amerika ataupun ke wilayah pasifik Guam, yang sebelumnya diancam rudal Korea Utara.
Ketegangan tersebut sempat mereda setelah adanya perang kata-kata tajam antara Pyongyang dan Washington. Saat itu Presiden AS Donald Trump memperingatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bahwa dia akan menghadapi api dan kemarahan jika mengancam AS.
Sebelum melakukan uji coba rudal saat ini, uji coba rudal terakhir Korea Utara terjadi pada 28 Juli lalu. Rudal tersebut merupakan rudal balistik antarbenua yang dirancang untuk terbang sejauh 10 ribu km.
(chs)