"Kami akan segera mengumpulkan dan menganalisis detail dan pemerintah akan mengambil langkah penuh untuk melindungi nyawa warga Jepang," kata Perdana Menteri Shinzo Abe, dikutip AFP, Selasa (29/8).
Dia tidak menjelaskan lebih lanjut langkah penuh apa yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jalur lintasan kali ini mewakili eskalasi signifikan oleh Korut yang pada awal bulan ini juga sempat menyatakan akan menembakkan rudal melintasi wilayah Jepang ke arah Guam, wilayah AS di Pasifik.
"Rudal balistik tak dikenal" teranyar milik Korut ini diluncurkan pada sekitar 5.57 waktu setempat dari Sunan, Pyongyang, kara Korea Selatan.
Juru bicara pemerintah Jepang menyebut proyektil melintasi pulau paling utara negara tersebut, Hokkaido, dan jatuh di Samudra Pasifik.
"Peluncuran ini jelas merupakan pelanggaran resolusi PBB. Kami tidak bisa mentoleransi provokasi berulang yang dilakukan Korut ini. Kami mengecam keras," ujarnya dikutip Reuters.
Secara terpisah, Pentagon menyatakan rudal tersebut belum mengancam wilayah AS.
"Komando Pertahanan Amerika Utara (NORAD) menyimpulkan peluncuran rudal dari Korea Utara tidak mengancam Amerika Utara," kata juru bicara Pentagon, Kolonel Robert Manning kepada wartawan.