"Tidak terdapat WNI yang menjadi korban jiwa. Sejauh ini, lima korban jiwa adalah warga Houston dan sekitarnya," bunyi pernyataan KJRI Houston yang diterima CNNIndonesia.com pada Selasa (29/8).
KJRI menyatakan telah menyediakan tempat penampungan sementara di gedung KJRI bagi para WNI yang terpaksa mengungsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, jumlah WNI yang terdaftar di seluruh AS berjumlah 65.306 orang. Sekitar 9.100 di antaranya tinggal di Texas, khususnya wilayah Houston.
KJRI Houston menuturkan akan terus memantau perkembangan situasi terkini dan keselamatan para WNI di wilayah tersebut. Perwakilan RI juga terus berkomunikasi intensif dengan para WNI dan otoritas setempat.
Badai Harvey diperkirakan masih akan melanda negara bagian Texas hingga 30 Agustus mendatang. Badai berkategori 1-4 ini menjadi badai terbesar yang menghantam Houston dalam 50 tahun terakhir.
Lihat juga:Warga Texas Berjuang Melawan Badai Harvey |
Lebih dari 1.000 orang juga sudah dievakuasi sementara sekitar 250.000 warga kehilangan akses listrik.
"Badai ini merupakan yang terbesar yang terjadi di AS dalam kurun waktu 12 tahun terakhir. Presiden Trump telah mendeklarasikan status Federal Disaster. Sementara itu, Gubernur Texas, Greg Abbot telah mendeklarasikan State of Disaster bagi 30 daerah," bunyi pernyataan KJRI Houston.