Tiga sumber anonim mengatakan kepada Reuters, radar Spy-6 ini dapat melengkapi sistem pertahanan rudal balistik Aegis (ABMD) yang rencananya mulai beroperasi pada 2023.
Ketiga sumber itu mengatakan, pengerahan ABMD dianggap percuma tanpa kehadiran radar Spy-6 tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut seorang sumber, AS tidak yakin melepas teknologi radar itu kepada pihak lain sebelum mereka menguji cobanya di negara sendiri. AS baru akan mengoperasikan radar itu pada 2022.
"Tak ada jaminan Jepang akan mendapatkannya," ujar seorang sumber sebagaimana dikutip Reuters.
Sistem pertahanan rudal ini menjadi isu penting setelah rudal yang dilontarkan Korut melintasi langit Hokkaido sebelum jatuh di Samudera Pasifik pada Selasa.
Peluncuran rudal kali ini menjadi yang paling mengancam keamanan Jepang karena sempat melewati wilayah udara Negeri Matahari Terbit itu.
Pada 1998, Pyongyang juga pernah melakukan hal serupa. Namun, saat itu, Pyongyang hanya meluncurkan kendaraan peluncur satelit ke wilayah Jepang, bukan rudal balistik seperti kali ini.