Melansir dari Reuters, pameran tersebut memperlihatkan instalasi apartemen lengkap dengan furniturnya. Yim Ding-woo, kurator pameran, menyebut tujuan pameran itu digelar sebagai teropong kehidupan di rumah-rumah kelas menengah Pyongyang.
Di samping itu, instalasi ini juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa pemerintahan Jong Un makin giat membangun kota utopis di Pyongyang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chua melihat pembangunan perumahan apartemen digerakkan di sana oleh investasi gabungan antara perusahaan negara Korut dengan pemodal asing.
Pembangunan itu perlahan mengubah wajah Pyongyang yang awalnya dipenuhi monumen ala era Uni Soviet. Alasannya, selain gedung pencakar langit, arsitektur modern juga nampak dari bangunan baru di sana.
Korut mengatur dengan rinci peruntukkan apartemen yang mereka bangun. Salah satunya adalah menempatkan penghuni berdasarkan profesi. Profesor, ilmuwan, dan peneliti misalnya, ditempatkan di gedung yang sama.
"Penduduk Pyongyang yang kaya berkat bisnisnya sering menyuap pejabat militer anggota partai agar bisa pindah ke rumah yang lebih bagus," ungkap Choi Seong-guk yang dulunya tinggal di Pyongyang.
Choi adalah penduduk asli Pyongyang dan berprofesi sebagai kartunis. Ia membelot ke Korsel pada 2010.