"Upaya pertahanan terakhir oleh negara saya, Korea Utara, merupakan paket hadiah yang ditujukan kepada AS," ujar Han dalam sebuah forum di markas PBB di Jenewa, Selasa (5/9).
Melanjutkan pernyataannya, Han berkata, "AS akan mendapatkan paket hadiah lagi dari negara saya selama mereka masih melakukan provokasi dan upaya sia-sia untuk menekan Korut."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan bahwa negaranya tidak ingin ada perang. Namun, AS akan melakukan upaya pertahanan diri jika wilayahnya atau sekutunya terancam.
Uji coba nuklir terbaru ini memang dianggap mengancam keamanan kawasan. Percobaan nuklir keenam Korut dengan meledakkan bom hidrogen pada Minggu (3/9) ini disebut-sebut sebagai yang paling kuat sepanjang sejarah Pyongyang.
Begitu besarnya kekuatan bom tersebut, getaran yang ditimbulkan terasa sampai negara tetangga, bak gempa berkekuatan tinggi. (has)