Media corong pemerintah Korut, KCNA, menggambarkan "uji coba bom hidrogen untuk rudal antarbenua (ICBM) kemarin sangat sukses."
Sekitar 10 ribu warga dilaporkan berkumpul di Pyongyang, tepatnya lapangan Kim Il-sung, untuk menyambut kedatangan bus-bus yang mengantar para ilmuwan kembali ke kota setelah beberapa hari terlibat uji coba senjata di situs nuklir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji coba nuklir pada Minggu (3/9) lalu merupakan yang keenam kalinya sekaligus yang terbesar dilakukan Pyongyang saat ini.
Diberitakan Channel NewsAsia, sejumlah pihak dari Korea Selatan dan Jepang mengatakan bom hidrogen tersebut berkekuatan sebesar 50 hingga 160 kiloton.
Namun, hingga kini, belum ada otoritas asing yang mengonfirmasi bahwa gempa bumi Korut kemarin benar diakibatkan oleh ledakkan bom hidrogen.
Bom hidrogen merupakan senjata termonuklir yang paling kuat sejauh ini, lebih kuat dibandingkan dengan bom atom biasa.
Daya ledak bom hidrogen bisa dilihat dari seberapa besar guncangan yang dihasilkan saat senjata itu diledakkan. Saat Korut menguji coba senjata itu, terjadi gempa bumi berkekuatan hingga 6,3 skala richter.
Sebab, sejauh ini Korut terus meluncurkan uji coba rudal antarbenua (ICBM) di tengah kecaman dan sanksi internasional.