Mereka juga menyatakan rudal yang ditembakkan dari ruang udara Libanon pada pukul 2.42 waktu setempat itu menewaskan dua prajurit Suriah. Secara terpisah, militer Israel menolak mengomentari klaim tersebut.
Organisasi pengamat yang berbasis di London, Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, menyebut situs yang diserang itu sebagai fasilitas penelitian sekaligus depot rudal jarak pendek dan menengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah kali pertama di mana sasaran serangannya ... adalah fasilitas formal Suriah: bukan hanya sekadar gudang, tapi pusat penelitian dan pengembangan dan [produksi]," kata sosok yang menjabat sebagai penasihat keamanan kurun waktu 2011-2013 itu..
Kantor berita pemerintah, SANA, mengutip militer Suriah menuding Israel meningkatkan semangat ISIS dan mengaitkan serangan itu dengan sejumlah kemenangan militer atas kelompok teror itu, baru-baru ini.
Lihat juga:Kena Peluru, Israel Serang Pos Suriah |