Iran Bersiap Kirim 40 Ton Bantuan untuk Rohingya

Hanna Azarya Samosir , CNN Indonesia | Jumat, 08/09/2017 09:59 WIB
Iran Bersiap Kirim 40 Ton Bantuan untuk Rohingya Paket yang dipersiapkan atas perintah Presiden Hassan Rouhani itu akan langsung dikirim saat Iran sudah mendapatkan izin dari Myanmar. (Reuters/Faisal Mahmood)
Jakarta, CNN Indonesia -- Iran bersiap mengirimkan 40 ton bantuan bagi etnis minoritas Muslim Rohingya yang mengalami kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar.

"Perkakas darurat, makanan, keperluan sehari-hari, dan paket kebersihan sudah dipersiapkan oleh Palang Merah dan akan dikirimkan ke Myanmar," ujar Kepala Palang Merah Iran, Morteza Salimi, kepada kantor berita ISNA.

Salimi mengatakan, paket yang dipersiapkan atas perintah Presiden Hassan Rouhani itu akan langsung dikirim "kepada orang-orang yang teraniaya di negara itu ketika kami sudah mendapatkan izin dari Myanmar."

Pemerintah Iran memang terus mengecam kekerasan oleh militer Myanmar terhadap etnis minoritas Muslim Rohingya di Rakhine yang kembali memanas sejak Jumat pekan lalu.
Bentrokan ini bermula ketika kelompok bersenjata Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) menyerbu sejumlah pos polisi dan satu pangkalan militer pada 25 Agustus lalu.

Sejak saat itu, militer melancarkan operasi untuk memberangus ARSA. Namun, mereka dilaporkan malah menyerang Rohingya secara membabi buta hingga menewaskan 400 orang.

Sementara itu, sekitar 125 ribu Rohingya lainnya dilaporkan menyelamatkan diri dan mengungsi ke arah Bangladesh.

ARSA sendiri mengklaim menjalankan aksinya selama ini demi memperjuangkan kesetaraan bagi kaum Rohingya yang selama ini tertindas di Myanmar.

"Masyarakat internasional tidak boleh membiarkan genosida terhadap Muslim Rohingya terus berlanjut di depan mata kita. Kita harus bertindak sebelum terlambat," katanya.
Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Gholam Ali Khoshrou, pun mengatkaan bahwa ia dan sejumlah diplomat lainnya dari negara-negara Islam akan bertemu untuk membahas isu ini.

Khoshrou berharap, kelompok itu dapat bertemu di sela sidang Majelis Umum PBB di New York pekan depan.

"Semua harus melakukan upaya untuk menghentikan bencana kemanusiaan ini," ucapnya.
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Duka Tanpa Akhir Rohingya