"Kami harus menyediakan kebutuhan dasar bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan dan mendorong mereka pergi. Tapi pada akhirnya, karena alasan kemanusiaan, kami tidak bisa melakukannya [mengusir]," papar Zulkifli kepada Reuters, Jumat (8/9).
Ia mengatakan, pemerintahnya kemungkinan akan menampung para pengungsi Rohingya di pusat penahanan imigrasi tempat orang asing tanpa dokumen biasanya ditempatkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisis kemanusiaan di Rakhine pun dianggap menjadi tantangan bagi kawasan karena akan berdampak pada lonjakan kedatangan pengungsi ke negara di Asia Tenggara lainnya.
Malaysia merupakan salah satu negara mayoritas Muslim yang menjadi alternatif bagi para pengungsi Rohingya untuk berlindung, selain Bangladesh dan Indonesia.
Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Najib Razak itu sebenarnya tidak menandatangani konvensi pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berarti tak berkewajiban menampung pengungsi.
Namun, Malaysia sudah menjadi rumah bagi lebih dari 100.000 pengungsi Rohingya selama ini.