Berbicara di sebuah perayaan kelulusan di Phnom Penh, Hun Sen memperingatkan dukungan partai CNRP terhadap Kem Sokha dapat berujung pada "pembubaran partai."
"Jika partai politik itu terus memblokade dan membela pengkhianat ini [Kem Sokha], itu berarti partai tersebut juga pengkhianat sehingga tak ada waktu untuk membiarkan [CNRP] beroperasi dalam proses demokrasi di Kamboja," tutur Hun Sen, Senin (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kem Sokha, 65, ditahan sejak 3 September lalu setelah dituduh berupaya menggulingkan pemerintah dengan bantuan Amerika Serikat.
Penangkapan Kem Sokha dilakukan menjelang pemilihan umum tahun depan. Kem Sokha sendiri dianggap sebagai kompetitor terkuat Hun Sen dalam pemilu mendatang.
Kuasa hukum Kem Sokha menolak video itu dijadikan bukti dengan menegaskan bahwa kliennya tersebut hanya membahas strategi menjelang pemilu.
Menanggapi penangkapan ini, CNRP menekankan akan terus mendukung Kem Sokha dan mengancam akan memboikot pemilu tahun depan jika pemimpinnya tak kunjung dibebaskan.
Partai oposisi tersebut menganggap pembebasan Kem Sokha satu-satunya cara menjamin penyelenggaraan pemilu yang adil.
Diberitakan Reuters, penangkapan Kem Sokha tersebut menambah daftar tindakan anti-kritik yang dilakukan Hun Sen, 65, menjelang pemilu.
Sebelumnya, Hun Sen juga membubarkan sejumlah organisasi dan mengancam menutup surat kabar lokal yang kerap mengkritisi pemerintah.
Sejumlah negara dan kelompok aktivis bahkan telah mengecam penahanan Kem Sokha tersebut.
Lihat juga:Kamboja Hukum Penjara Ketua Partai Oposisi |
Meski begitu, sekutu utama Kamboja, China, dianggap malah mendukung tindakan keras Kamboja tersebut dengan mengatakan itu semua merupakan hak pemerintah untuk mengamankan negaranya.