Penyelidikan Kementerian Kehakiman AS terhadap Najib berpusat pada aset miliaran dolar yang diduga didapatkan melalui pencucian uang pemerintah di sejumlah firma Amerika. Najib menampik tudingan tersebut.
Melalui pertemuan yang digelar di Gedung Putih, Presiden Trump berharap bisa mendapatkan sekutu yang bisa diandalkan di Asia. Namun, kunjungan itu dilakukan di waktu yang canggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat meyakini uang itu dicuri dari 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB, yayasan pemerintah yang didirikan Najib.
Masalah korupsi itu tidak dampak, setidaknya di muka publik, dalam kunjungan Najib. Duduk di sekitar Ruang Kabinet di Gedung Putih, mereka saling memuji kerja sama baru antara kedua negara, termasuk kesepakatan dagang jet Boeing dan mesin General Electric.
"Kami sangat bangga atas pasar saham kami dan apa yang terjadi setelah saya menjadi presiden," kata Trump. "Saya ucapkan selamat pada Anda atas investasi tersebut."
Najib berharap bisa menunjukkan kepada para pengkritiknya di dalam negeri bahwa ia masih diterima di Washington, di tengah serangkaian tudingan korupsi yang menjeratnya. Dia akan kembali maju dalam pemilihan umum tahun depan.
Dia juga mencoba untuk memuji Trump dalam kunjungannya, termasuk dengan menginap di hotel Trump di Washington.
Sebelumnya, Gedung Putih menyatakan fokus pertemuan itu adalah maslaah keamanan dan Korea Utara, dan bukan skandal korupsi. Trump tengah mencari sekutu di Asia untuk membantu melawan provokasi Korut.
Hubungan Malaysia dan Korut memburuk sejak Februari lalu, ketika kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, dibunuh menggunakan racun syaraf di Bandara Kuala Lumpur. Serangan itu diyakini dilakukan oleh agen dari Pyongyang.
(aal)