Trump dan Demokrat Sepakat Lanjutkan Amnesti Imigran Anak

Rinaldy Sofwan , CNN Indonesia | Kamis, 14/09/2017 17:55 WIB
Trump dan Demokrat Sepakat Lanjutkan Amnesti Imigran Anak Petinggi Partai Demokrat dan Presiden Trump sepakat melanjutkan program amnesti imigran anak-anak. (Reuters/Yuri Gripas)
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Demokrat menyatakan telah sepakat dengan Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, untuk melanjutkan program perlindungan anak-anak imigran dan menyelesaikan rencana terkait keamanan perbatasan.

Hal tersebut disampaikan petinggi Demokrat seperti Senator Chuck Schumer dan Anggota Dewan Nancy Pelosi setelah bertemu dengan Trump Rabu malam waktu setempat, (13/9). Hanya saja, mereka menyatakan rencana pembangunan tembok di perbatasan Meksiko masih belum mencapai kesepakatan.

Dalam pernyataan menyusul makan malam di Gedung Putih itu, Schumer dan Pelosi mengatakan kedua pihak sudah "sepakat untuk mengabadikan perlindungan DACA ke dalam undang-undang secepatnya, dan menyelesaikan paket keamanan perbatasan, kecuali tembok tersebut."

DACA atau Tindakan Penangguhan untuk Kedatangan Anak adalah kebijakan Presiden Barack Obama yang memungkinkan penangguhan deportasi untuk anak-anak imigran dan pemberian izin bekerja. Setidaknya 800 ribu orang yang disebut Dreamers--nama yang diambil dari undang-undang Akta DREAM--mendaftar dalam program DACA.

Sementara itu, Akta DREAM atau Pengembangan, Pemulihan dan Edukasi untuk Anak Asing, adalah rancangan undang-undang untuk proses bertahap yang bisa memberikan anak-anak imigran di AS untuk mendapatkan izin menetap bersyarat sebelum hingga izin tinggal tetap.

Seorang sumber CNN yang diberi penjelasan mengenai pertemuan antara Trump dan para petinggi Demokrat itu mengatakan Akta DREAM termasuk dalam bagian pembahasan kedua pihak.
Pemerintahan Trump sebelumnya menyatakan resmi menghapus program amnesti era Barack Obama yang melindungi sekitar 800 ribu imigran ilegal itu.

Jaksa Agung Jeff Sessions mengatakan program amnesti itu tak sesuai dengan konstitusi dan "mengurangi pekerjaan bagi ribuan warga AS karena mengizinkan para orang asing ilegal itu mengambil pekerjaan tersebut."

Kesepakatan antara kedua pihak, jika terealisasi, akan menjadi kesepakatan besar kedua antara Trump, Schumer dan Pelosi, bulan ini, menyusul pakta untuk meningkatkan plafon utang dan memperpanjang anggaran pemerintahan hingga Desember, pekan lalu.

Para pejabat Kongres dari Partai Republik tidak hadir dalam jamuan makan malam itu, kata sejumlah sumber. Trump kemungkinan bakal dihadapkan pada tekanan dari politikus sayap kanan dan para pendukungnya karena dengan cepat membuat kesepakatan terkait DACA tanpa melibatkan pembangunan tembok perbatasan.
Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, segera menampik dugaan bahwa pembangunan tembok yang menjadi janji utama Trump semasa kampanye itu akan dibatalkan.

"Meski DACA dan keamanan perbatasan didiskusikan, pengecualian tembok itu [dari kesepakatan] jelas tidak bisa diterima," kata Sanders.