Berdasarkan keterangan resmi, Jumat (15/9), bantuan itu tiba pada Kamis, sekitar 18.00 waktu setempat. Rina mengatakan akan menyerahkan bantuan itu kepada Komisioner Distrik Chittagong Md Zillur Rahman Chowdhury, perwakilan pemerintah Bangladesh.
"Senang sekali menerima pesawat pertama kiriman bantuan. Sudah ditunggu-tunggu pemerintah Bangladesh karena ada beberapa kendala keterbatasan di lapangan," kata Rina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rina, kondisi pengungsian di sana memprihatinkan. Tenda-tenda pengungsian sekarang menampung lebih dari kapasitas dan kamp tambahan akhirnya dibuat seadanya hanya dengan bambu.
"Hanya didukung bambu yang kalau kena angin atau hujan akan terbang," katanya.
Secara terpisah, bantuan Indonesia berupa beras 10 ton juga tiba di Bangladesh dengan pesawat Hercules berbeda. Bantuan ini juga langsung didistribusikan kepada pengungsi Rohingya di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
[Gambas:Video CNN]
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengatakan pengiriman tenda diutamakan berdasarkan laporan kebutuhan yang diterima pemerintah dari Bangladesh.
Dua hari lalu, Presiden Joko Widodo melepas pengiriman bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Rohingya dalam empat pesawat Hercules.
Saat ini, dua pesawat lainnya masih berada di Pangkalan TNI AU Sultan Iskandar Muda, Aceh.
Komandan Satuan Tugas Misi Kenegaraan TNI AU Marsekal Madya Nanang Santoso menuturkan kedua pesawat itu rencananya diberangkatkan ke Chittagong esok hari.
"Secepatnya kami sesuaikan dengan flight clearance (izin terbang) yang diberikan. Kami laksanakan sampai tuntas sesuai yang diamanatkan pemerintah dan rakyat Indonesia," kata Nanang.