Iklan itu diserahkan oleh Facebook setelah tim Muller mendapatkan surat perintah pengadilan seperti yang telah diatur dalam undang-undang.
Satu sumber mengatakan kepada CNN.com bahwa Facebook menyerahkan salinan iklan dan informasi terkait yang ditemukan di situsnya yang memiliki hubungan dengan pusat penyebaran informasi berantai, dan juga informasi rinci akun yang membayar iklan itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook tidak memberi salinan iklan ini ke anggota komite intelijen Senat dan DPR Amerika Serikat ketika bertemu minggu lalu dengan alasan langkah itu melanggar kebijakan privasi yang diterapkan.
Sumber-sumber yang mengikuti pertemuan itu mengatakan, kebijakan Facebook mengatur bahwa sesuai dengan Peraturan Penyimpanan Komunikasi federal, perusahaan ini hanya bisa menyerahkan konten satu akun jika mendapat surat perintah pengadilan.
“Kami akan terus bekerja sama dengan pihak penyelidik terkait,” kata Facebook kepada CNN internasional.
Akun-akun ini ternyata terkait dengan perusahaan penyebar berita pro-Kremlin yag dikenal dengan nama Badan Penelitian Internet.
Dalam pertemuan itu Facebook berbicara secara umum terkait pemasangan iklan, sehingga sejumlah anggota komite merasa frustasi dengan tingkat kerja sama Facebook.
Senator Mark Warner dari Partai Demokrat, mengatakan kepada CNN minggu lalu bahwa Facebook tidak menyerahkan iklan itu kepada Kongres.
Anggota senat ini juga mengindikasikan bahwa komite intelijen kemungkinan memanggil Facebook, Twitter dan perusahaan sosial media lainnya ke satu dengar pendapat terbuka.
Seperti dilaporkan oleh CNN sebelumnya, Facebook sendiri masih belum pasti apakah kelompok-kelompok pro-Kremlin membeli iklan lain yang bertujuan mempengaruhi politik AS hanya karena belum ditemukan.
Iklan-iklan itu kemungkinan besar masih ada di jaringn sosial media hingga saat ini.
Kantor penyelidikan khusus ini masih belum memberi komentar atas informasi ini. (yns)