"Sejujurnya, saya pikir Amerika Serikat mesti melakukan ... lebih banyak dari sekarang, sehingga ada kerja sama internasional efektif dalam masalah ini," kata Dubes Cui Tiankai dalam acara di Kedutaan, Sabtu (16/9).
"Mereka mesti berhenti mengeluarkan ancaman. Mereka harus melakukan lebih banyak untuk mencari cara efektif memluai kembali dialog dan negosiasi."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China berperang bersama Korea Utara dalam perang Korea 1950-53, saat pemimpin China Mao Zedong kehilangan anak sulungnya. Selain itu, Beijing telah lama menjadi sekutu utama Pyongyang sekaligus rekan perdagangan.
Namun, pemerintah China menghindari gagasan yang menyebutnya mempunyai pengaruh besar terhadap Pyongyang. Alih-alih, Beijing mengatakan Amerika Serikat yang mesti berbuat lebih banyak.
Lihat juga:Kim Jong Un Ingin Tandingi Militer AS |
"Upaya untuk menepikan perdagangan China-AS, atau bahkan menjatuhkan sanksi pada China, saya rasa salah sasaran," kata Cui dalam laporan Xinhua yang dikutip Reuters.
"Jika ada yang menekan China atau menjatuhkan sanksi terkait Korut, langkah itu tidak akan didukung oleh banyak warga AS," ujarnya.