"Sekitar 409 ribu pengungsi Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak 25 Agustus, menghindari kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar," kata Joseph Tripua, juru bicara badan pengungsi PBB, Sabtu (16/9).
Sementara itu, dua anak-anak dan seorang perempuan dilaporkan tewas karena berdesakan saat pembagian bantuan di dekat kamp pengungsi di Bangladesh. Insiden itu terjadi pada Jumat di Balukhali di Cox's Bazar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski peraturan setempat dan ruangan kendali sudah didirikan, distribusi barang bantuan pribadi masih berlanjut," bunyi laporan itu.
Koresponden AFP menyaksikan kekerasan dalam perebutan barang-barang bantuan di sejumlah kamp dekat Cox's Bazar. Para pengungsi pun mengatakan terjadi desak-desakan.
Sedikitnya 1.000 orang, khususnya Rohingya, diperkirakan tewas sejak krisis kemanusiaan di Rakhine kembali bergejolak akibat bentrokan militer dan militan di wilayah itu, 25 Agustus lalu.
Sejak itu, ratusan ribu Rohingya dan etnis minoritas lain dikabarkan melarikan diri keluar Rakhine atau Myanmar dan mengungsi ke negara tetangga seperti Bangladesh, Thailand, dan Malaysia.
Mereka menghindari persekusi dari militer Myanmar yang dilakukan dalam operasi pembersihan, dengan alasan merespons serangan kelompok bersenjata Rohingya terhadap sejumlah pos polisi dan sebuah pangkalan militer pada 25 Agustus.