"Keluar dari kesepakatan semacam itu akan membawa biaya tinggi untuk Amerika Serikat, dan saya tidak yakin orang Amerika bersedia membayar biaya tinggi untuk sesuatu semacam itu. itu tidak berguna bagi mereka," ujar Rouhani seperti dikutip dari CNN.com, Senin (18/9).
Rouhani menjelaskan, pembatalan kesepakatan tersebut, tak akan menghasilkan apa-apa bagi Amerika Serikat. Sebaliknya, hal tersebut menurut dia, akan menurunkan dan memangkas kepercayaan internasional terhadap Amerika Serikat.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperpanjang keringanan sanksi Iran yang diserukan pada perjanjian nuklir internasional 2015. Namun, Trump menyebut, kesepakatan tersebut sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rouhani yang baru saja dipilih kembali untuk masa jabatan kedua di awal tahun ini merupakan arsitek kunci dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan mitra lainnya.
Kesepakatan tersebut menyebabkan pencabutan sebagian besar sanksi internasional terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirknya. Kesepakatan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu topik yang akan menjadi pembahasan penting pada sidang umum PBB minggu ini di New York. Pasalnya, baik Trump maupun Rouhani hadir dalam agenda tahunan PBB tersebut.