Menurut Inspektur Jendral Kepolisian Fuzi Harun, mereka yang ditangkap bekerja sebagai petugas keamanan swasta di perusahaan swasta di Kuala Lumpur dan sekitar Selangor.
“Seorang tersangka, 22 tahun, merupakan anggota Abu Sayyaf yang terlibat dalam bentrok dengan militer dan menculik para sandera di Filipina Selatan,” ujar Fuzi dalam pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faksi eskrem dari Abu Sayyaf juga terlibat dalam bentrok besar di Marawi pada Mei lalu, yang berujung pada tewasnya 670 militan dan 149 tentara Filipina.
Kepolisian Malaysia menyebutkan penangkapan mereka berdasar dari informasi yang diterima pihak otoritas terkait plot anggota Abu Sayyat untuk menyerang acara penutupan Asian Games di Kuala Lumpur bulan lalu.
Sejak 2013, Malaysia telah menahan lebih dari 300 orang terkait ISIS. Tahun ini, Malaysia menahan 41 warga asing yang dikategorikan sebagai teroris asing.
Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dihantui oleh kemungkinan aktivitas ISIS setelah peristiwa Marawi, yang terjadi menyusul kekalahan besar kelompok militan itu di Irak dan Suriah. (stu)