Menteri Luar Negeri Korut menyamakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan “anjing menggonggong” pada Kamis (21/9), setelah Trump mengancam akan menghancurkan Korut dalam pidato perdananya di depan Sidang Majelis Umum PBB sehari sebelumnya.
Bagi Korsel sendiri, keputusan untuk mengirimkan bantuan ke Korut bukanlah sesuatu yang populer. Terbukti, perihal bantuan ini berakibat turunnya popularitas Presiden Korsel Moon Jae. Meski begitu, Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan kebijakan bantuan mereka tidak akan terperngaruh oleh tensi geopolitik dengan Korut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hari ini, kami memperikarakan sekitar 200 ribu anak-anak terdampak malnutrisi akut, meningkatkan risiko kematian,” kata Direktur Regional UNICEF untuk Asia Timur dan Pasifik, Karin Hulshof. “Makanan dan obat-obatan dan peralatan penting untuk anak-anak persediaanya terbatas.” (stu)