Jika direalisasikan, pengetesan bom tersebut bakal menjadi uji coba nuklir ketujuh yang dilakukan Korea Utara.
Kepada wartawan di New York, Jumat (22/9), Ri mengatakan langkah itu dipertimbangkan seiring dengan ancaman Kim Jong-un terhadap Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidatonya, Trump bersumpah akan benar-benar menghancurkan Korut jika diperlukan, dan Kim memperingatkan AS akan "membayar dengan sangat mahal" karena "orang tua gila" itu berani mengancam Korut.
"Saya akan membuat orang yang memegang komando tertinggi di AS membayar mahal karena pidatonya yang menyerukan ingin menghancurkan Korut habis-habisan," kata Kim melalui KCNA, dilansir AFP.
Kim Jong-un mewarisi kepemimpinan sang ayah, Kim Jong-il, pada 2011 lalu. Sejak saat itu, ia semakin menggencarkan pembangunan nuklir dan rudal hingga melebihi pendahulunya.
Pyongyang mengklaim memerlukan senjata nuklir untuk mempertahankan diri dari agresi AS "yang agresif dan otokratis."
Pyongyang juga melakukan uji coba nuklir untuk keenam kalinya pada awal September lalu, meski sanksi internasional terus menghujani negaranya.
"Ucapan Trump kemarin semakin meyakinkan saya, alih-alih menakuti saya, bahwa jalan yang saya pilih [untuk kembangkan nuklir] adalah benar dan harus saya lanjutkan," kata Kim Jong-un.
(aal)