Sebagaimana dilansir AFP, kemenangan ini dipastikan setelah Merkel bersama partainya, Uni Demokratik Kristen (CDU/CSU), dilaporkan meraup sekitar 33 persen suara dalam pemilu pada Minggu (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jerman kian gempar ketika Alternatif untuk Jerman (AfD), partai yang dikenal anti-Islam dan anti-imigran, dilaporkan meraih sekitar 13 persen suara.
Berdiri pada empat tahun lalu, AfD pun dipastikan menjadi partai sayap kanan pertama yang memasuki Bundestag sejak 1961.
Sejumlah petinggi partai politik, bahkan surat kabar Bild, menyebut kemenangan AfD ini sebagai "gempa politik" di Jerman.
Menanggapi kisruh ini, Merkel berkata, "Ada tantangan besar bagi kami, yaitu masuknya AfD ke dalam Bundestag. Kami ingin memenangkan kembali suara AfD."
Sementara itu, juru bicara AfD, Alexander Gauland, mengatakan bahwa partainya akan menjadi oposisi kuat bagi pemerintahan baru.
"Kami akan memburu mereka. Kami akan memburu Merkel atau siapa pun pemimpinnya dan akan mengambil kembali negara dan rakyat kami," katanya, sebagaimana dikutip CNN.