Presiden ACT Ahyudin mendesak pemerintah berbuat lebih banyak selain mengirimkan bantuan logistik dan pangan darurat dalam membantu etnis minoritas muslim tersebut.
“Bantuan dana dan logistik sudah banyak. Sekarang kami sangat menanti relawan yang ingin berikan pulau untuk terima Rohingya. Pemerintah diharapkan bisa menyikapi serius untuk menyediakan pulau bagi Rohingya,” kata Ahyudin kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (27/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dan saya rasa ini bisa dilakukan lagi. Kami minta pulau Galang saja karena infrastruktur di sana sudah siap juga, tinggal digunakan untuk terima pengungsi Rohingya,” kata Ahyudin.
“Mudah-mudahan pemda Kepulauan Riau mau menerima usulan ini, kami sedang coba terus angkat dan diskusikan.”
Ratusan ribu pengungsi Rohingya dilaporkan telah melarikan diri keluar Myanmar sejak krisis kemanusiaan pecah menyusul bentrokan kelompok bersenjata dan militer pada akhir Agustus lalu. Selain itu, diperkirakan 1.000 orang telah tewas akibat gelombang kekerasan tersebut.
Di sisi lain, negara yang berbatasan langsung dengan Myanmar itu terus menerima lonjakan eksodus pengungsi. Ahyudin bahkan memprediksi sampai saat ini sudah ada 1 juta Rohingya yang mengungsi ke negara tersebut.
“Karena itu, sebagai negara terbesar di ASEAN, Indonesia juga harus turun tangan dalam hal ini [menerima pengungsi]. Saat ini kan Indonesia hanya menampung sedikitnya 9 ribu pengungsi Rohingya, seharusnya bisa ditingkatkan lagi,” ucap Ahyudin.