"Ini merupakan kewajiban saya sebagai wali kota ... untuk meminta Komisi Eropa membuka ruang mediasi antara pemerintah Spanyol dan Catalonia untuk mencari solusi ternegosiasi dan demokratis," tulisnya di harian Guardian, sebagaimana dikutip AFP, Kamis (28/9).
"(Barcelona) tidak ingin terjadi benturan dengan konsekuensi yang tak terduga. Saya yakin kebanyakan rekanan Eropa kami tidak menginginkan hal itu juga," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah hukum melawan pejabat Catalan "hanya akan meningkatkan ketegangan sosial dan menghalangi kemungkinan mencari cara keluar dari konflik," kata Colau.
"Pemerintah Spanyol telah membiarkan konflik Catalan tereskalasi dari masalah internal menjadi konflik Eropa," kata dia. Karena itu, Eropa tidak boleh "pasif" dalam persoalan Catalan.
"Mempertahankan hak fundamental warga Catalan melawan represi dari negara Spanyol sama dengan mempertahankan hak Spanyol dan warga Eropa."
Lihat juga:Malam Hening Usai Tragedi di Barcelona |
Peristiwa ini menjadi salah satu krisis terbesar Spanyol sejak akhir kediktatoran Jenderal Francisco Franco empat dekade silam.
Referendum ini pun memecah-belah Catalonia, daerah yang menjadi rumah bagi 7,5 juta warga sekaligus penyumbang seperlima ekonomi negara.