Koran tersebut menuturkan edisi cetak terakhirnya untuk edisi di Eropa akan terbit pada hari ini, Jumat (29/8). Sementara edisi terakhir di Asia akan cetak pada pekan depan.
Dilansir The Strait Times yang mengutip artikel WSJ memaparkan seluruh staf yang terkena dampak penutupan perusahaan telah dipekerjakan kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum keputusan penutupan ini muncul, WSJ dikabarkan telah menerapkan rencana peralihan perusahannya menjadi media digital. Rencana peralihan yang ditargetkan rampung pada 2020 ini pun telah menyebabkan pemberhentian sejumlah stafnya dan merger sejumlah bagiannya.
Sekitar awal tahun ini, perwakilan serikat pekerja WSJ juga sempat menuturkan bahwa koran yang telah berdiri sejak 1889 ini telah memberhentikan beberapa pegawainya untuk biro Asia dan Eropa.