Seorang sumber yang terlibat dalam penyelidikan mengatakan polisi menemukan dua tabung gas di aula gedung di sekitar Porte d'Auteuil neighbourhood, distrik administratif ke-16 kota Paris yang menjadi pusat kantor kedutaan asing dan sejumlah museum.
Bom tersebut berhasil ditemukan berkat bantuan seorang warga yang melapor kepada polisi bahwa dirinya telah menemukan dua tabung gas mencurigakan di gedung tempat tinggalnya itu sekitar 04.30, Sabtu (31/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, polisi juga menemukan sebuah ponsel yang terkoneksi pada tabung-tabung tersebut, diduga sebagai detonator pemicu bom.
Sementara, sumber lainnya melaporkan lima orang telah diamankan terkait penemuan bom ini.
Terorisme masih menjadi ancaman terbesar Perancis dalam beberapa tahun terakhir. Pada September lalu, Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb mengatakan otoritas berwenang berhasil menggagalkan 12 rencana serangan teror sejak awal 2017.
Peristiwa itu diduga sebagai aksi teror menyusul klaim ISIS yang mengaku bertanggung jawab atas penusukan tersebut.
Insiden ini menambah panjang daftar korban teror di Perancis sejak 2015 lalu menjadi 241 orang.
Namun, sejauh ini tim penyelidik tidak menemukan bukti keterlibatan ISIS dan kelompok teror lainnya dalam insiden Marseille tersebut.
(aal)