Dalam pernyataan yang disebarkan salah satu kanal ISIS via aplikasi Telegram, kelompok tersebut menyatakan dua anggotanya menembaki stasiun polisi sebelum meledakkan diri. Sementara pelaku ketiga meledakkan diri setelah "bala bantuan" datang.
Surat kabar pro-Damaskus al-Watan, sebagaimana dikutip Reuters, melaporkan serangan itu terjadi di perumahan al-Midan sehari sebelumnya. Serangan semacam ini kali pertamanya terjadi di ibu kota negara yang dilanda konflik itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama perang saudara berkecamuk 6 tahun ke belakang, ibu kota ini relatif cukup amam. Namun, beberapa serangan terjadi belakangan ini, termasuk bom mobil yang menewaskan 20 orang, Juli lalu.
Serangan bom juga menghantam pos polisi yang sama di al-Midan, akhir tahun lalu.
Lihat juga:Baghdadi Minta ISIS Terus Serang Barat |
Menteri Dalam Negeri Mohammad al-Shaar menyebut serangan terbaru ini adalah respons atas "kemenangan besar yang dicapai angkatan bersenjata kita di tanah Suriah."
Dengan bantuan jet tempur Suriah dan milisi yang didukung Iran, pemerintah telah memukul mundur para pemberontak di Suriah bagian barat. Beberapa bulan ke belakang, tentara juga bergerak ke arah timur untuk menyerang ISIS.
"Wajar para teroris melakukan aksi seperti ini ... tapi itu semua adalah aksi putus asa," kata al-Shaar. "Operasi semacam itu terjadi dan digagalkan setiap hari."