Menteri Luar Negeri Rex Tillerson mengatakan pengusiran dari Kedutaan Besar Kuba di Washington juga ditujukan untuk memastikan "keseimbangan" dalam jumlah staf, setelah dia memanggil kembali lebih dari separuh personel diplomatik AS di Havana, Jumat lalu.
Menlu Kuba Bruno Rodriguez mengecam keputusan itu sebagai tindakan yang "tidak bisa dibenarkan," menuding Amerika Serikat tidak cukup bekerja sama dengan investigasi Kuba terkait insiden kesehatan tersebut dan meminta Washington berhenti mempolitisir masalah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan terbaru AS ini disampaikan oleh Duta Besar Kuba Jose Ramon Cabanas pada Selasa waktu setempat (3/10), dan para diplomat diberikan waktu tujuh hari untuk meninggalkan kedubes, kata seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.
"Hingga pemerintah Kuba bisa memastikan keamanan diplomat kami di Kuba, kedutaan besar kami akan dikurangi hingga hanya menyisakan personel darurat untuk mengurangi jumlah diplomat yang berisiko terdampak," kata Tillerson dalam pernyataan yang dikutip Reuters.
Amerika Serikat mengumumkan pemangkasan keberadaan diplomatiknya dikuba sekaligus memperingatkan warga AS agar tidak mengunjungi negara yang menjadi musuhnya dalam perang dingin itu.
Sebanyak 22 personel diplomatik AS yang terkena serangan itu di antaranya mengalami gangguan pendengaran, pening dan kelelahan. Sejumlah media melaporkan mereka terkena dampak senjata sonik.
Kemlu AS menyataka kedubes menghentikan sementara operasi visa reguler bagi warga Kuba yang ingin mengunjungi Amerika dan hanya akan menawarkan layanan darurat bagi warga Amerika Serikat.
(aal)