Dalam wawancara perdana yang dikutip Reuters, Rabu (4/10), Puigdemont mengatakan pemerintahannya akan mendeklarasikan pemisahan dari Spanyol "pada akhir pekan ini atau sekitar awal pekan depan."
Sejauh ini, pemerintah Spanyol tidak mengakui referendum yang diikuti sekitar 5,3 juta warga Catalan itu karena dianggap tidak sesuai dengan konstitusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak referendum berlangsung, kata Puidgemont, tidak ada komunikasi yang dilakukan antara para pemimpin Catalonia dan pemerintah Spanyol.
Ia kemudian meminta bantuan internasional, khususnya Uni Eropa, untuk memediasi perselisihan Barcelona dengan Madrid.
"Komisi Eropa harus mendorong adanya mediasi internasional, tidak lagi bisa melihat ke arah lain," kata Puigdemont.
Warga Catalan sempat bentrok dengan polisi karena referendum. (REUTERS/Albert Gea) |
Meski begitu, parlemen Eropa tidak akan menggelar voting resolusi usai pertemuan berlangsung.
Uni Eropa mendesak kedua belah pihak untuk "bergerak cepat dalam melakukan dialog" dalam penyelesaian.
"Kekerasan tidak akan pernah bisa menjadi alat politik, kami percaya kepemimpinan PM Rajoy untuk menangani dan menghadapi proses yang sulit ini sesuai konstitusi Spanyol dan HAM," kata komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.
(aal)
Warga Catalan sempat bentrok dengan polisi karena referendum. (REUTERS/Albert Gea)