Dia adalah suami dari anak perempuan PM yang dimakzulkan tersebut, Maryam. Safdar ditangkap otoritas Pakistan setelah mangkir dalam sidang yang digelar Biro Akuntabilitas Nasional (NAB) terkait dugaan korupsi mantan keluarga nomor satu di Pakistan itu.
Diberitakan Reuters, Safdar, yang merupakan politikus sekaligus anggota parlemen, diperkirakan bisa bebas setelah dia dan Maryam selesai bersaksi dalam persidangan hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dokumen itu mengungkap kekayaan tersembunyi sekaligus modus pengemplang pajak dan pencucian uang para konglomerat dunia yang terdiri dari pemimpin negara, politikus, hingga atlet.
Dalam bocoran itu disebutkan anak-anak Sharif, termasuk Maryam, memiliki perusahaan induk di Kepulauan Virgin dan sejumlah properti di London.
Sementara itu, sejumlah pihak merasa pesimistis dan menganggap penyelidikan ini sebagai omong kosong belaka lantaran politikus kaya dan berkuasa di negara itu jarang terjerat hukuman dan pada akhirnya lolos dari tuntutan.
Sejumlah pendukung partai berkuasa Pakistan Muslim League-Nawaz (PML-N) juga telah lama merasa keberatan mengenai penyelidikan dugaan korupsi tersebut. Bahkan, saat penangkapan Safdar, sejumlah simpatisan PML-N berupaya menyetop mobil aparat yang berusaha keluar dari bandara.
Selama ini, keluarga Sharif membantah segala tudingantersebut. Maryam mengisyaratkan militer Pakistan yang berkuasa memiliki peran tersembunyi untuk mendorong Mahkamah Agung memakzulkan sang ayah.