Protes Nuklir, Uni Emirat Arab Tutup Misi Diplomatik di Korut

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 10:44 WIB
Protes Nuklir, Uni Emirat Arab Tutup Misi Diplomatik di Korut
Jakarta, CNN Indonesia -- Uni Emirat Arab memutuskan untuk mengakhiri misi duta besar non-residen Korea Utara di Abu Dhabi serta menarik perwakilannya di Pyongyang sebagai tanda protes atas senjata nuklir negara pimpinan Kim Jong-un tersebut.

“Tindakan ini merupakan bagian dari kewajiban UEA sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab untuk memperkuat niat bersama menghentikan proliferasi senjata nuklir dan rudal,” bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri UEA, Jumat (13/10).

Selain itu, UEA juga menangguhkan pengeluaran visa baru dan lisensi perusahaan bagi warga Korut.

Selama ini, menurut kantor berita WAM yang dikutip Reuters, terdapat ribuan warga Korut tinggal untuk bekerja di Negara Teluk itu, terutama di situs-situs konstruksi.
Keputusan Abu Dhabi ini selaras dengan resolusi sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) baru yang mengimbau seluruh negara untuk menghentikan kerja sama dan membatasi hubungan dengan rezim Kim Jong-un, sebagai respons atas uji coba nuklir Korut awal September lalu.

Korut terus menjadi sorotan lantaran enggan menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklirnya di meski sudah dihujani sanksi internasional.

Dalam sidang PBB bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan secara langsung mendesak seluruh negara untuk menekan Korut hingga negara itu mau menghentikan program senjatanya.

[Gambas:Video CNN]

AS melalui kementerian luar negerinya pun menyambut baik keputusan UEA tersebut dan mendorong negara-negara lainnya untuk melakukan hal serupa.

“Sangat senang mendengar ini. Masih banyak negara lainnya yang mau melakukan ini,” ujar juru bicara Kemlu AS, Heather Nauert.

Selain UEA, tindakan serupa juga telah diambil sejumlah negara Teluk lain, seperti Qatar dan Kuwait, pada Septeber lalu. Keduanya mulai mengurangi hubungan dengan Pyongyang, salah satunya melalui penangguhan pemberian visa bagi warga Korut.

Di belahan dunia lainnya, Peru dan Meksiko bahkan telah lebih dulu memutus hubungan diplomatik dengan Korut hingga mengusir duta besar Pyongyang dari negara mereka.

Sementara itu, langkah keras juga dilakukan Filipina dengan menangguhkan hubungan dagang dengan Korut sebagai respons atas uji coba nuklir tersebut.