RI Harap Hengkangnya AS Tak Pengaruhi UNESCO

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 15:55 WIB
RI Harap Hengkangnya AS Tak Pengaruhi UNESCO Juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, mengatakan bahwa Indonesia berharap langkah AS untuk keluar dari UNESCO tidak akan mempengaruhi kinerja organisasi bidang pendidikan dan budaya PBB itu. (ANTARA FOTO/ho/Suwandy)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia menyayangkan keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari UNESCO dan berharap langkah ini tidak akan mempengaruhi kinerja organisasi bidang pendidikan dan budaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu.

“Indonesia harap kinerja UNESCO tidak terpengaruh dan bisa dipertahankan,” ucap juru bicara Kemlu RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta pada Jumat (13/10).

Arrmanatha mengatakan, sebagai negara yang memiliki cagar budaya yang begitu kaya, Indonesia terus menekankan pentingnya anggota UNESCO untuk saling memperkuat kerja sama.

Hal ini, tuturnya, penting dalam upaya menjaga warisan budaya di dunia yang terancam dan demi meningkatkan sistem pendidikan global.

“Indonesia memandang kerja sama antara sesama negara anggota UNESCO sangat penting dalam rangka menjaga kekayaan budaya dunia agar terus terjaga,” katanya.
Komentar itu diutarakan Arrmanatha menyusul anggapan sejumlah pihak yang khawatir bahwa keluarnya AS akan mengurangi kapabilitas dan kinerja UNESCO.

Sebab, selama ini Washington merupakan salah satu negara dengan donor terbesar bagi UNESCO yakni sebesar US$80 juta setiap tahunnya atau setara seperlima dana organisasi itu.

Keputusan AS itu pun dianggap menjadi pukulan telak bagi lembaga yang bermarkas di Paris, Perancis, itu.

Namun, Kemlu AS mengatakan keputusan menarik diri itu justru diambil lantaran besarnya dana tunggakan AS yang belum terbayar pada UNESCO.

Di samping itu, Washington juga mengambil keputusan itu untuk mempertegas pendirian pemerintah dalam menentang sikap bias anti-Israel yang melekat pada UNESCO.
Meski begitu, AS mengatakan akan tetap aktif berkontribusi pada UNESCO dengan memberikan pandangan, perspektif, dan keahlian yang dimiliki.

Tak lama setelah AS, Israel juga menarik diri dari UNESCO. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan bahwa keputusan ini diambil karena UNESCO kini menjadi wadah yang absurd.

"Ini adalah keputusan yang berani dan berdasarkan moral karena UNESCO sudah menjadi tempat pertunjukan absurd. Alih-alih merawat sejarah, mereka malah menghancurkannya," ujar Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (has)