RI Desak Penyelesaian Konflik Myanmar dalam Sidang PBB

Riva Dessthania Suastha , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 18:22 WIB
RI Desak Penyelesaian Konflik Myanmar dalam Sidang PBB Ilustrasi Dewan Keamanan PBB. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, mengatakan Indonesia akan mendesak penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang rencananya digelar besok, Sabtu (14/10).

Arrmanatha menuturkan, delegasi Indonesia juga akan memaparkan kontribusi negar dalam membantu meredakan konflik terakhir yang telah memakan sekitar 1.000 korban jiwa, terutama Rohingya, dan memaksa ratusan ribu lainnya mengungsi keluar Myanmar.

“Rencana besok ada pembahasan di PBB terkait situasi di kawasan Asia Tenggara, terutama soal Rakhine. RI akan menyampaikan kontribusi dan harapannya terkait penyelesaian konflik secara sustainable di sana,” ucap Arrmanatha di Jakarta pada Jumat (13/10).
Pada Jumat pagi, Menlu Retno Marsudi juga dikabarkan telah berkomunikasi dengan perwakilan tetap RI untuk PBB di New York mengenai persiapan sidang esok. Namun, Retno enggan mengungkap konten pembicaraan itu.

Sidang DK PBB ini digelar setelah krisis kemanusiaan kembali mencuat di Rakhine akibat bentrokan antara kelompok bersenjata Pasukan Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) dan militer Myanmar pada akhir Agustus lalu.

[Gambas:Video CNN]

Sejak saat itu, pemerintah Myanmar dikecam komunitas inernasional karena menutup diri dengan membatasi akses media dan bantuan kemanusiaan menuju Rakhine karena alasan keamanan.

Belakangan, Myanmar mulai memberikan akses kemanusiaan bagi sejumlah organisasi dan negara asing untuk menyalurkan bantuan ke Rakhine, meski beberapa pihak mengatakan daerah sumber konflik masih sulit diakses.