Kematian Abdullah Maute, saudara kandung dari Omar Maute, salah satu pemimpin yang tewas pada Senin pagi (16/10), telah berulang kali dikabarkan di masa lalu.
Namun, kabar itu tak pernah terkonfirmasi. Terakhir, ia dikabarkan tewas di awal September dan pihak militer belum bisa memastikan kebenarannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Omar dan Isnilon Hapilon, salah seorang pemimpin militan lainnya, disebut tewas dalam baku tembak dan jenazahnya telah ditemukan.
Lorenzana juga menyatakan pihak militer tengah mengejar Dr Mahmoud Ahmad, seorang teroris asal Malaysia yang bergabung dengan kelompok Maute.
Sementara itu, Isnilon Hapilon adalah pemimpin kelompok Abu Sayyaf yang juga terafiliasi dengan ISIS. Ia dinyatakan sebagai pemimpin kekhalifahan gadungan asal Timur Tengah itu di wilayah Asia Tenggara.
[Gambas:Facebook]
Krisis Marawi terjadi setelah Isnilon meminta bantuan militan Maute karena semakin terdesak dalam perburuan oleh pasukan Filipina.
Hingga akhir pekan lalu, pemerintah telah kehilangan 162 pasukan, sementara lebih dari 1.700 tentara lainnya mengalami luka-luka.
Setidaknya 47 korban warga sipil jatuh akibat pertempuran ini.
Pengikut Hapilon dan Maute berbaiat kepada ISIS dan kelompok teror itu telah menyatakan mengakui Hapilon sebagai pemimpin di Asia Tenggara pada 2014 lalu.
Pihak militer meyakini ISIS berencana mendirikan kekhalifahan gadungan yang berpusat di Marawi.