Sebuah konvoy kendaraan lapis baja dari Pasukan Kontra-Terorisme elite Irak yang dilatih Amerika Serikat merebut kantor pusat pemerintahan provinsi Kirkuk dalam waktu kurang dari sehari, kata seorang wartawan Reuters yang berada di lokasi.
Kedua pihak bertikai tidak menyebut jumlah korban yang jatuh akibat operasi itu. Namun, sebuah organisasi bantuan yang bekerja di Kirkuk menyatakan sejumlah pasukan Peshmerga Kurdi dan anggota tentara Irak tewas dalam bentrokan semalam di selatan Kirkuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih belum jelas apakah pemerintah Irak akan mencoba untuk merebut semua kilang minyak Kirkuk yang merupakan sumber pemasukan vital bagi otonomi Pemerintah Regional Turki (KRG).
Penghentian operasional secara singkat itu membuat harga minyak melambung karena hal tersebut mewakili lebih dari separuh produksi Kurdi.
Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tidak akan memihak dalam bentrokan ini. Namun, dia kecewa kedua pihak mesti terlibat dalam konflik.
"Kami mendukung kegiatan damai pemerintahan pusat dan regional, sesuai dengan konstitusi Irak, di semua area sengketa," kata Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat dalam pernyataan.
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih: "Kami tidak suka fakta bahwa mereka bentrok. Kami tidak memihak."
Washington mempersenjatai dan melatih pasukan federal Irak maupun Peshmerga untuk memerangi militan ISIS.