Dalam kongres lima tahunan Partai Komunis China, Rabu (18/10), Xi mengatakan bahwa target itu akan dicapai dengan bertahap.
Pertama, China akan merampungkan modernisasi militernya pada 2035. Perlahan, China mulai membangun militernya hingga menjadi kelas dunia lima belas tahun kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak naik takhta pada 2012 lalu, Xi memang dikenal selalu menekankan pentingnya reformasi dalam tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Sebagai pemangku jabaran Kepala Komisi Militer Pusat (CMC), Xi selalu berupaya memangkas dan menyeimbangkan pasukan darat PLA, melakukan restrukturisasi pimpinan, dan memusatkan otoritas ke tangannya sendiri.
Dia bahkan menahan dua jenderal tinggi yang sempat menjadi wakilnya di CMC. Xi menuding kedua jenderal itu terlibat korupsi.
[Gambas:Video CNN]
Tak lama setelah itu, tepatnya April tahun lalu, Xi membangun markas komando gabungan agar semua sayap bersenjata PLA dapat bekerja sama dengan lebih mudah.
Di masa Xi Jinping pula, kehadiran militer China di Laut China Selatan semakin kuat. Mereka bahkan sering berlayar di dekat perairan yang juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam.
Tak hanya itu, Beijing juga membangun fasilitas militer di pulau buatan yang mereka bangun di perairan sengketa Laut China Selatan. Kini, China dilaporkan sudah memiliki landasan pacu hingga tempat penyimpanan rudal di pulau tersebut.
Kementerian Pertahanan Amerika Serikat memperkirakan, China sudah membangun sekitar 1,295 hektar lahan di Laut China Selatan sejak 2013.