Siti, warga Indonesia dan Doan, asal Vietnam, terlihat mengenakan rompi anti-peluru saat mengunjungi tempat kejadian perkara itu. Sejumlah hakim pengadilan terlihat mendampingi kedua terdakwa tersebut.
Diberitakan AFP, sekitar 200 pasukan polisi bersenjata lengkap ikut mengamankan Siti dan Doan dalam kunjungan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua terdakwa juga sempat dibawa ke sebuah kafe bandara bernama Bibik Heritage, tempat di mana Siti dilaporkan bertemu dengan seorang pria bernama "Tuan Chang" yang diduga memberikan racun sebelum serangan terjadi.
Usai dikawal berkeliling TKP diiringi kejaran para wartawan, kedua perempuan itu digiring menggunakan kursi roda karena terlihat lelah.
Kunjungan ke bandara ini merupakan bagian dari serangkaian sidang yang telah berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Hakim dijadwalkan akan mulai mendengarkan keterangan saksi ahli yang didatangkan pengacara masing-masing terdakwa pada awal November mendatang.
Sementara itu, sidang vonis Siti dan Doan direncanakan berlangsung pada akhir bulan depan. Jika terbukti bersalah, kedua perempuan itu terancam hukuman mati. (has)