"Xi Jinping kini mempunyai jaminan dukungan institusional. Dia bisa menjadi kaisar seumur hidup," kata Willy Lam, profesor tambahan Pusat Studi China di Chinese University of Hong Kong, Selasa (24/8).
Willy mengatakan Xi bisa terus berkuasa selama mungkin selama kesehatannya memungkinkan. Sementara itu, sejumlah analis lain juga berspekulasi Xi bakal berniat untuk terus berkuasa hingga setelah 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut dimungkinkan menyusul keputusan Partai Komunis dalam rangkaian kongres lima tahunan yang berlangsung sejak 18 Oktober kemarin.
Partai penguasa itu menyetujui amandemen konstitusi yang secara langsung mengabadikan nama Xi dan gagasan politiknya dalam dasar negara.
Kepada CNN, Lam mengatakan Xi bakal mendapatkan lebih banyak kekuasaan dalam semua aspek kehidupan di China.
Ia juga mengatakan Xi telah "benar-benar menolak" tradisi kepemimpinan kolektif yang dibangun oleh Deng Xiaoping, pemimpin yang membawa China membuka diri ke masyarakat internasional.
Sementara untuk di kancah dunia, Lam mengatakan filosofi "era baru" Xi bakal membawa China sebagai salah satu kekuatan besar yang "memainkan peran penting dalam persoalan global."
Hal itulah yang membuat Xi jadi sosok lebih kuat, baik secara domestik maupun internasional.
Di dalam negeri, ia telah menjatuhkan para pejabat senior lewat operasi antikorupsi dan pembatasan kebebasan berbicara. Selain itu, dia juga merobak Tentara Pembebasan Rakyat yang diperkuat dua juta orang, pasukan militer terkuat di dunia.
Besok, Xi diperkirakan bakal secara formal diberikan masa jabatan kedua sepanjang lima tahun sebagai sekretaris jenderal partai dan mengungkap anggota baru Komite Politburo, badan pengambil kebijakan tertinggi di sistem satu partai China.