Juru bicara kepolisian Malawi, Ramsy Mushani, mengatakan kepada AFP, penangkapan ini sangat penting karena sejak September lalu, kelompok ini sudah membunuh sembilan orang.
Mereka melakukan pembunuhan tersebut karena menganggap para korban adalah vampir yang mencoba mengisap darah manusia untuk ritual voodoo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Namun, para ahli medis membantah keberadaan vampir di Malawi. Kepala Masyarakat Medis Malawi, Amos Daka, bahkan mengatakan bahwa hingga saat ini, tak ada bukti klinis keberadaan pengisap darah.
"Harus ada bukti klinis kuat untuk mendukung banyak klaim mereka," ucap Daka.
Akibat merebaknya masalah ini, pemerintah Malawi memberlakukan jam malam. Perserikatan Bangsa-Bangsa bahkan menyatakan sejumlah daerah di Malawi sebagai wilayah yang tak boleh dikunjungi.
Presiden Malawi, Peter Mutharika, sendiri sudah mengunjungi beberapa daerah yang terkena dampak dari kekerasan ini. Namun, belum ada keterangan resmi dari pemimpin negara itu. (has)