Aktris yang melakoni peran dalam serial televisi 'Turn: Washinton's Spies' itu menuding Bush telah melecehkannya melalui unggahan di akun Instragram yang kini dilaporkan telah dihapus.
Di sana, Lind menuturkan kejadian yang tidak mengenakkan itu dialami saat bertemu Bush dalam acara promosi serial televisi tersebut, 2014 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia tidak menjabat tangan saya. Dia menyentuh saya dari belakang, dari kursi rodanya. Istrinya, Barbara, juga berada di sebelahnya. Dia [Bush] bahkan sempat menceritakan lelucon tidak senonoh kepada saya. Dan saat mengambil foto, dia menyentuh saya lagi," tutur Lind.
"Barbara kemudian memutar matanya seolah mengatakan 'tidak lagi'. Penjaga mengatakakan kepada saya seharusnya saya tak berdiri di sampingnya [Bush] saat berfoto."
Meski begitu, jubir tersebut tidak menjelaskan apakah Bush membenarkan tudingan tersebut atau justru membantahnya.
"Presiden Bush tidak akan pernah, dalam situasi apapun, secara sengaja menyebabkan seseorang tertekan. Dia dengan tulus meminta maaf jika humornya menyakitkan Lind," kata juru bicara tersebut seperti dikutip The Independent, Rabu (25/10).
Lebih lanjut, Lind menuturkan dirinya memutuskan untuk menceritakan dugaan pelecehan itu ke muka publik menyusul terkuaknya skandal seksual produser film Hollywood Harvey Weinstein beberapa waktu lalu.
"Menurut saya, kekuatan seorang presiden terletak saat seseorang benar-benar mengerahkan kapasitasnya untuk mengupayakan perubahan positif, benar-benar membantu orang, dan berfungsi sebagai simbol demokrasi kita," katanya.
"Dia [Bush] menggunakan kekuatan presiden untuk melawan saya. Komentar dari sejumlah orang terdekatnya pun menunjukkan bahwa dia [Bush] melakukan hal yang sama kepada wanita lain yang tak terhitung jumlahnya sebelum saya."