Namun tak ada alasan jelas yang diberikan untuk perombakan tersebut. Hanya saja, keputusan kementerian dalam negeri soal perombakan atau reshuffle ini datang seminggu setelah serangan mematikan di gurun barat Provinsi Giza.
Serangan mematikan tersebut menewaskan 16 orang polisi karena baku tembak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selaln itu dalam pernyataan terpisah, kementerian dalam negeri mengumumkan bahwa mereka juga sudah mengganti beberapa pejabat tinggi.
Termasuk di dalamnya kepala keamanan dalam negeri, asisten menteri keamanan untuk Provinsi Giza, direktur keamanan, dan direktur keamanan pusat untuk Giza.
Namun sampai saat ini, dia juga tak memberikan rincian lebih lanjut terkait hal tersebut. (chs)