Barzani mengeluarkan pernyataan bahwa pemimpin Kurdi tak akan melanjutkan kabatannya saat ini yang akan berakhir pada Rabu (1/11).
“Saya menolak untuk meneruskan posisi sebagai Preside Kurdistan setelah 1 November,” tulis Barzani dalam suratnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pidato tersebut dia mengatakan bahwa tak ada seorang pun di luar wilayah Kurdi mendukung mereka untuk bisa menentukan nasibnya sendiri.
Barzani menyampaikan pidatonya di televisi setelah parlemen Kurdistan Irak menyetujui permintaannya untuk tak memperpanjang masa jabatannya.
“Tiga juta suara untuk memilih Kurdistan untuk merdeka dan menciptakan sejarah dan tak bisa dihapuskan,” katanya sambil mengingat referendum yang digelar 25 September 2017 lalu.
“Tak ada yang berdiri bersama kami selain pegunungan kami,” katanya dikutip dari Reuters.
Dia mengkritik Amerika karena mengizinkan tank dipasok ke pasukan Irak yang harusnya digunakan untuk memerangi ISIS digunakan melawan orang Kurdi.
Barzani sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya referendum kemerdekaan Kurdistan bertujuan untuk mendapatkan solusi damai untuk semua masalah pemerintahan Irak (chs)