"Kami diinstruksikan untuk mengatur puluhan batalion tambahan. Kami benar-benar berniat menekan dan mempertahankan usaha mengalahkan semua [militan] dan menyelesaikan resolusi konflik bersenjata di negara ini," ucap Guerrero, Minggu (29/10).
Langkah ini dilakukan menyusul peringatan Duterte kepada angkatan bersenjatanya untuk tetap waspada ancaman teror meski militer telah menaklukkan ISIS setelah bertarung selama lima bulan di Marawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ISIS, Guerrero juga diinstruksikan presiden untuk memberantas sejumlah kelompok pemberontak lain, seperti Tentara Rakyat Baru yang memiliki sekitar 4.000 personel.
MILF sendiri sebelumnya juga melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Namun, mereka akhirnya melaksanakan perundingan damai dengan pemerintah.
Perundingan itu sempat terhenti karena Filipina berkonsentrasi memberantas sejumlah serangan teror. Kini, Guerrero memastikan bahwa perundingan damai itu akan tetap berlanjut.
"Kami juga telah memiliki jadwal serta target yang jelas dan saya berniat memenuhi itu. Militer memiliki program jangka panjang dan itu semua akan berjalan tanpa bergantung siapa pemimpinnya," ujar Guerrero, sebagaimana dikutip Reuters.