"Sampai saat ini, belum ada laporan terkait WNI yang menjadi korban atas aksi tersebut. Kemlu dan KJRI New York terus memonitor perkembangan berita teror tersebut," bunyi pernyataan Kemlu RI melalui Twitter pada Rabu (1/10).
Bersama KJRI New York, Kemlu RI menyatakan terus memantau perkembangan penyelidikan otoritas berwenang terkait insiden tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku yang mengendarai truk kemudian menabrak bus sekolah di Chamber Street dan sempat mengeluarkan dua senjata, sebelum akhirnya ditembak dan diamankan petugas berwenang.
Presiden Donald Trump menganggap insiden tersebut sebagai aksi teror dan telah meminta Kementerian Keamanan Dalam Negeri untuk memperkuat program pekeriksaan ekstrem sebagai pengetatan kebijakan imigrasi negaranya.